CARA PENGAJUAN VISA KOREA

​Annyeonghaseyo chingu…..
Ke Korea Selatan membutuhkan Visa untuk masuk ke negaranya.
Buat peserta tour Chagiya kami bantu untuk proses apply-nya jadi chingu gak perlu cuti kerja, capek-capek antri dan dibantu pengisian formnya.
Berikut adalah syarat Visa Korea seperti disadur dari website Kedutaan Korea Selatan
BACA BAIK-BAIK DAN CEKLIST MANA YANG SUDAH KAMU SIAPKAN…
UTAMA — HARUS DILAMPIRKAN ASLI!!
    Paspor ASLI dan FOTOCOPY ( halaman data dan halaman visa/cap negara yang telah dikunjungi)

    Formulir aplikasi Visa Korea.klik disni

    Foto diri 3,5×4,5 background PUTIH yang berkualitas baik (2 lembar)

    Surat Refrensi dari Bank dan rekening koran 3 bulan (berbahasa Inggris)

    SPT tahunan (SPT PPH-21) >> WAJIB

    Surat keterangan kerja dari perusahaan. Jika tidak bekerja tidak perlu melampirkan. Jika ada orang lain/anggota keluarga yang ikut bepergian maka dicantumkan nama dan status orang tersebut.
        Jika jabatan General Manager, Direktur, Presiden Direktur, atau Komisaris harus disertakan fotocopy NPWP dan SIUP.

        Jika memiliki bisnis sendiri dan tidak ada kop surat perusahaan maka surat diketik diatas kertas putih polos dengan di cap toko dan sertakan fotocopy NPWP dan SIUP.Jika Online Shop maka lampirkan link-link usaha nya dan data pendukung lainnya. (Berbahasa Inggris)

        Jika disponsori oleh anak maka lampirkan fotocopy akte kelahiran anak yang dapat membuktikan hubungannya.

        Jika disponsori oleh menantu maka lampirkan fotocopy akte nikah anak dan akte kelahiran anak yang dapat membuktikan hubungannya.

        Jika status pensiun maka surat diketik diatas kertas putih polos dan ditanda tangani sendiri.
UTAMA – YANG DI FOTOCOPY!!
    KTP

    KARTU KELUARGA

    AKTE KELAHIRAN

    Jika suami istri yang berangkat harap lampirkan AKTA NIKAH

    Jika nama yang tertera dipaspor beda maka lampirkan fotocopy SURAT GANTI NAMA.

    jika anak ikut bepergian maka lampirkan juga KARTU PELAJAR
 
KETENTUAN LAINNYA
    Jika status pelajar/mahasiswa harap lampirkan Surat keterangan sekolah atau mahasiswa dan bukti keuangan adalah milik orang tua.

    Jika ibu rumah tangga (belum bekerja) yang pergi tanpa suami harap melampirkan Surat sponsor bermaterai 6000 dari suami dan bukti keuangan milik suami/keluarga.

    Pengusaha yang ingin mengajak asisten rumah tangga harus melampirkan surat sponsor dari employernya (keterangan kerja, bukti keuangan dan kartu keluarga tidak perlu dilampirkan)

    Ingin tinggal di Korea > 91 hari??? Harus sertakan sertifikat bebas Tubercolosis, keterangan lengkap klik disini
LEBIH LENGKAP LEBIH BAIK ^^
    Slip gaji terakhir atau bukti tunjangan pensiun.

    Surat keterangan keanggotaan golf.

    Surat keterangan keanggotaan hotel bintang 5.

    Surat keterangan pemegang program jamsostek.
TIDAK PERLU DILAMPIRKAN ~~
    BOOKING PESAWAT

    BOOKING PENGINAPAN

    ITINERARY
TIPS SUKSES: 
    PASPOR TELAH TERISI CAP CAP NEGARA LAIN. PASPOR LAMA JANGAN DIBUANG YA…

    SALDO TABUNGAN CUKUP MIN 10JUTA AKTIF

    BAYAR PAJAK DAN ADA BUKTI BAYAR PAJAK TAHUNAN (SPT)

Advertisements

City of Tolerant

Pagi ini menuju kota Jogja istimewa dengan suasana yang cukup cerah. Hari ini kami akan mengikuti serangkaian ujian akhir semester (UAS) mata kuliah kepariwisataan di Jogja untuk mencoba menjadi seorang guide, jadi guide gampang-gampang susah karena ngomong di depan itu sulit bagi yang belum pernah. Rencana hari ini kami akan menyusuri Museum Gula Gondang Baru, Candi Sambisari, Pantai Sadranan dan berakhir di restoran “omah kampoeng kuliner”. Ya, seharian kita akan ngubek-ubek kawasan Klaten-Gunung kidul. Untuk perjalanannya sendiri kita melewati Ungaran, Klaten, Boyolali. Sebelum berdirinya sebuah museum semula pabrik yang bernama Gondang Winangun berubah menjadi gondang baru. Pabrik gula tersebut didirikan pada tahun 1860 oleh NV Klatensche Cultuur Maatschapij, umur pabrik ini kira-kira setara dengan gondang manis, madu kismo, cepiring dan lain sebagainya. Museum Gondang Baru didirikan atas prakarsa Bapak Soepardjo Roestam dan Bapak Ir. Waryatmo, dan diresmikan pada tanggal 11 September 1982. Di dalam museum tersebut terdapat beberapa barang kuno, misalnya mesin tik pada zaman penjajahan Belanda, timbangan, macam-macam jenis tebu, alat penggiling tebu serta ada miniatur dari pabrik gula gondang baru sendiri. 

Kembali ke Museum Gula Jawa Tengah, untuk biaya tiket masuk museum, satu orang membayar Rp. 5.000,- . Letak museum ini sendiri sekitar 10 km ke arah timur dari Candi Prambanan (perbatasan Klaten–Jogja) atau perjalanan 10 menitan. Museum Gula Jawa Tengah terletak di sebelah kiri jalan bersebelahan langsung dengan Pabrik Gula Gondang Baru, Green Park dan Argowisata serta rest area Gondangwinangun. Kalau dari kota Klaten hanya berjarak sekitar 8 km (7 menit perjalanan) ke arah barat. Museum Gula ini mudah ditemukan, jadi tidak usah ragu ketika ingin berpergian ke museum. Selain itu, di bagian luar Museum Gula Gondang Baru Klaten ada kereta uap, mesin lokomotif, dokar dan lain sebagainy. Hal ini sangat unik, karena kita bisa melihat peralatan-peralatan yang digunakan pada masa jaman kolonial dulu. Setelah puas jalan-jalan di museum kita pun melanjutkan perjalanan ke Candi Sambisari. 

Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Dari pusat kota Yogyakarta, jaraknya 15 kilometer ke arah timur laut. Candi Sambisari yang merupakan candi Hindu beraliran Syiwa ini diperkirakan dibangun pada awal abad ke-9 oleh Rakai Garung, seorang Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra. Candi Sambisari ditemukan secara tidak sengaja. Seorang petani yang sedang mencangkul di sawahnya merasakan cangkulnya menghantam sebuah benda keras yang, setelah digali dan diamati, ternyata adalah sebuah batu berhiaskan pahatan. Berdasarkan laporan penemuan tersebut, Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian dan penggalian seperlunya. Berdasarkan hasil penelitian, pada tahun 1966 ditetapkan bahwa di lahan tersebut terdapat reruntuhan sebuah candi yang terpendam oleh timbunan pasir dan batu yang dimuntahkan oleh G. Merapi pada tahun 1906. Rekonstruksi dan pemugaran candi ini selesai pada tahun 1987. 
Kompleks Candi sambisari dikelilingi oleh dua lapis pagar. Halaman luar seluas 50 x 48 m dikelilingi pagar batu rendah, sedangkan halaman dalam dikelilingi pagar batu setebal sekitar 50 cm dengan tinggi sekitar 2 m. Di masing-masing sisi terdapat pintu masuk tanpa gapura atau hiasan lain. Candi Sambisari terdiri atas satu candi utama dan tiga candi perwara. Candi utama yang menghadap ke barat kondisinya relatif utuh, sedang ketiga candi perwara yang letaknya berhadapan dengan candi utama saat ini hanya baturnya yang tersisa. Masing-masing candi perwara berdenah dasar bujur sangkar seluas 4,8 m2.  
Tinggi candi utama sampai ke puncaknya mencapai 7,5 m. Tubuh candi berdiri di atas batur yang berdenah dasar bujur sangkar seluas 13,65 m2 dengan tinggi sekitar 2 m. Tubuh candi juga berdenah dasar bujur sangkar dengan luas 5 m2. Selisih luas batur dengan tubuh candi membentuk selasar yang dilengkapi langkan setinggi sekitar 1,2 m. Tingginya langkan menyebabkan tubuh candi tidak terlihat dari luar dan hanya atapnya yang menyembul ke atas, sehingga menimbulkan kesan tambun. 
Di tengah ruangan berukuran sekitar 4,8 m2 dalam tubuh candi terdapat sebuah Lingga lengkap dengan yoninya. Lingga terbuat dari batu berwarna putih, sedangkan yoni di tengah lingga terbuat dari batu berwarna hitam yang sangat keras dan mengkilap. Di sepanjang tepi lingga terdapat alur untuk menampung air persembahan yang dialirkan ke cucuran berhiaskan kepala ular. 

Rute Menuju Candi Sambisari 

Untuk menuju ke Candi Sambisari, rute paling gampang lewat jalan raya Jogja – Solo. Jika melalui jalan raya Jogja-Solo dari arah kota Yogyakarta menuju Solo, kita akan menjumpai Akademi Angkatan Udara Yogyakar tadi sisi kanan (selatan) jalan. Beberapa meter setelahnya, kita akan menjumpai suatu pertigaan. Belok ke arah kiri (utara) di pertigaan tersebut (keluar dari jalan raya Jogja – Solo) dan ikuti saja jalan tersebut kurang-lebih selama 5 menit untuk sampai ke Candi Sambisari. Secara administratif, Candi Sambisari terletak di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Jika berkunjung ke candi Sambisari fasilitas yang ditawarkan pun sangat bagus, di sekitar bangunan Candi ada kamar kecil, bangku, kalau lapar tinggal beli makanan aja deh di warung deket candi. Candi ini sendiri terletak di hamparan hijaunya persawahan dan pemukiman para warga. Alhasil, Candi Sambisari dapat difungsikan ganda sebagai ruang hijau dan untuk yang hobi fotografi, pemandangan Candi Sambisari cocok banget, selain itu suasana disana tidak terlalu panas dan sejuk. Candi Sambisari sendiri berdekatan dengan Candi Ijo. Katanya Candi Sambisari lebih sering dikunjungi sama turis, sayang banget turisnya dari Jepang misal kalo dari Korea kan bisa ketemu sama idola. Setelah puas menikmati indahnya Candi Sambisari berikutnya kami menuju ke Pantai Sadranan. 
Bagi pecinta snorkling harus wajib berkunjung ke Pantai Sadranan, kenapa emangnya ??? Karena Pantai Sadranan indahnya sungguh luar biasa ciptaan sang Maha Kuasa. Bagi yang bisa renang bisa mencoba snorkling disini, saat di bawah laut nanti bertemu dengan ikan-ikan yang unik warna warni dan lucu ^^. Kalau pun tidak bisa berenang kita jupa bisa menikmati indahnya pantai tersebut ada bisa juga berfoto ria. Saran saya pantai ini cukup keren dijadikan pemotretan biasa atau pun pre wedding. 
Siapa sih yang tidak akan tergiur dengan indahnya pantai ini, ada saran juga nih ombak di Pantai Sadranan cukup besar bisa juga untuk surfing. 
Pantai ini berada di antara pantai krakal dan pantai Indrayanti. Di saat hari biasa pantai ini sangat sepi namun ketika liburan tiba pantai ini membludak pengunjungnya. Fasilitas yang ditawarkan pun cukup lengkap, mulai dari rumah makan, toilet. Jika pengunjung membawa rombongan yang cukup banyak di pantai sadranan tersedia gasebo besar yang muat di isi belasan orang. Sangat cocok bagi wisatawan yang mengadakan pesta di pinggir pantai secara kecil-kecilan.

Lokasi lengkap dan rute menuju pantai sadranan 

Pantai sadranan ini secara administratif berada di Dusun Pulegundes II, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul jogja. berada satu kompleks dengan pantai-pantai lain di gunungkidul. Hanya saja akses menuju kesana tidak semulus dengan pantai-pantai lain di gunungkidul. Jalan masih cenderung rusak. Rute menuju pantai sadranan juga sangat mudah. Dari kota jogja langsung saja menuju ke gunungkidul melewati jalan wonsoari. setelah sampai di kota wonosari, setelah apsar wonosari ambil kanan ke arah pantai baron. Setelahs ampai di pantai baron masih ketimur lagi nanti di kanan jalan sudah ada papan nama menuju pantai sadranan. 
Tempat ini cocok banget untuk foto pre wedding atau pun sekedar di abadikan di dalam kamera. Karena foto kita nanti tidak hanya gambar laut saja namun ada juga karang-karang yang telah menjadi sebuah bangunan yang sangat indah. Serta landscap pemandangan yang begitu menawan. 
And the last kami pun melanjutkan perjalanan untuk makan malam di Omah Kampoeng Kuliner. Di Omah Kampoeng Kuliner sendiri ada bermacam-macam pilihan menu mulai dari sayur lodeh hingga ayam goreng. Tempatnya pun nyaman, bernuansa jawa dengan bangunan yang dibuat dari bambu dan kayu. Akses Jawa dari omah kampoeng kuliner cukup kental selain itu fasilitasnya pun cukup baik, ada toilet, tempat sholat, parkir luas, karaoke, live music. Untuk alamatnya sendiri terletak di Jl. Raya Wonosari-Semanu No.52, Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55893

Kebersamaan dalam satu arti

Entah kapan aku mengenal kalian akupun tak ingat, namun aku sangat beruntung bisa mengenal kalian. Kalian sangat berarti dalam hidup ku ini karena ibarat kata “kita senasib sepenanggungan”. Aku katakan begitu karena aku dan skolioser yang lainnya mempunyai nasib sebagai skolioser untuk urusan jodoh, rezeki, hidup dan mati itu beda lagi dan sudah ada yang mengatur sendiri. Kalo tidak salah aku mengenal Masyarakat Skoliosis Indonesia (MSI) sejak tahun 2013, dimana saat itu aku benar” merasa drop. Kuliah tidak diterima apalagi ada kata aku harus melakukan operasi di solo. Rasa takut ketika ada kata operasipun menyelimuti dalam hatiku. Akupun merasa kenapa harus aku yang menjadi seorang skolioser bukan yang lain saja? Ocehan dari teman ku pun selalu terdengar. “Desy kalo jalan miring dan kalopun lari aneh banget”, kata” itupun selalu membuat ku patah semangat. Namun setelah mengenal MSI aku mempunyai kepercayaan yang luar biasa, karena di MSI sendiri aku bisa mengenal banyak skolioser dari seluruh Indonesia. Dengan adanya MSI juga yang selalu menguatkan ku untuk berjuang hidup. Selama ini aku bersyukur, tanpa adanya skoliosis aku hanyalah orang yang lemah dan tak akan pernah mencapai hal apapun yang aku impikan. MSI bagiku seperti keluarga kedua dalam hidupku. Berkat MSI juga aku bisa kenal dengan ibu Tri, dokter Rahyus Salim dan akupun menemukan sahabat baru walau di dunia nyata. Sebut saja Nadia, Lue dan Dyta. Kita sering share mengenai masalah skoliosis. Dengan adanya kalian juga memberikan semangat untukku dalam meraih cita-cita dan berjuang untuk bertahan hidup. Terima kasih 😙😙😙